Pendidikan

Bangun Sarana Pendidikan, Bupati Mentawai: Tahun 2017 Desa Malancan Siberut Utara Akan Mendapatkan SMP

Bangun Sarana Pendidikan, Bupati Mentawai: Tahun 2017 Desa Malancan Siberut Utara Akan Mendapatkan SMP

Bangun Sarana Pendidikan, Bupati Mentawai Tahun 2017 Desa Malancan Siberut Utara Akan Mendapatkan SMP

Keinginan masyarakat Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara untuk mendapatkan sebuah sekolah SLTP

bakal terwujud. Dan surat mengajukan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kepada Pemerintah Kabupaten Kepuluan Mentawi karena sudah adanya 3 SD di Desa Malancan dengan rata-rata lulusan SD setiap tahunnya mencapai 50 siswa untuk 3 SD, mendapat respon dari Pemkab. Kepulauan Mentawai.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan hal itu, usai meresmikan 2 ruang kelas baru SDN 06 Malancan, Jumat (4/3/2016). Ia meminta warga untuk bersabar karena pembangunan SMP untuk tahun ini belum bisa dilaksanakan karna tahun anggaran sedang berjalan. Namun untuk tahun 2017 SMP harus dibangun di Desa Malancan, agar siswa yang lulus SD tak perlu jauh-jauh lagi melanjutkan pendidikan.

“Pembangunan SMP untuk tahun ini belum bisa dilaksanakan karna tahun anggaran sedang berjalan

. Namun untuk tahun 2017 SMP harus dibangun di Desa ini, agar siswa yang lulus SD tak perlu jauh-jauh lagi melanjutkan pendidikannya,” tutur Yudas

Selain itu Yudas juga meminta kepada masyarakat agar membebaskan lahan untuk pembangunan gedung SMP, sehingga permintaan tersebut bisa direalisasikan
“Siapkan tanahnya dulu. Setelah tanahnya sudah selesai dibebaskan, sampaikan kepada kami melalui Dinas Pendidikan. Kalau memenuhi syarat dan tidak ada halangan, pembangunan SMP di tempat ini bisa direalisasikan,” kata Yudas.

Yudas mengimbau masyarakat apabila gedung SMP sudah dibangun, tetap menjaga keamanan dan kenyaman daerah, sehingga pembangunan bisa dilaksanakan.

Wacana pembangunan SMP itu ditunjang dengan sudah adanya 3 SD di Desa Malancan, rata-rata lulusan SD

setiap tahunnya mencapai 50 siswa untuk 3 SD itu, cukup untuk menggabungkan siswa ke dalam satu, bahkan dua kelas.

Sementara untuk tenaga pengajarnya sendiri, Yudas mengatakan lebih mengutamakan guru yang berdomisili di daerah itu sendiri.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Mentawai, Sermon Sakerebau mengatakan angka Partisipasi Murni Mentawai akan mengalami kenaikan seiring dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di daerah-daerah terpencil.

“Tahun 2015 APM dari SD ke SMP mencapai 96%. Maka dengan memperbanyak infrastruktur pendidikan, tentu mampu mengurangi jumlah siswa yang terancam putus sekolah akibat sulitnya akses jalan” jelas Sermon.

Saat ini Mentawai memiliki total 119 Sekolah Dasar terdiri dari negeri dan swasta, 29 SMP, 11 SMA dan 2 SMK yang tersebar pada 10 kecamatan.

Selain meresmikan ruang kelas baru SDN 06, Yudas juga meresmikan jalan pertanian sepanjang 1000 meter dan tambatan perahu yang ada di Desa Melancan Kecamatan Siberut Utara.

 

Baca Juga :