Umum

Cendikiawan dan Pelaut

Table of Contents

Cendikiawan dan Pelaut

Cendikiawan dan Pelaut
Seorang cendekiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya pada tukang perahu.
Cendikiawan: “Sobat, pernahkah anda mempelajari matematika?”
Tukan Perahu: “Tidak.”
Cendikiawan: “Sayang sekali. Berarti Anda telah kehilangan seperempat dari kehidupan Anda, Atau, barangkali Anda pernah mempelajari ilmu filsafat?”
Tukan Perahu: “Itu juga tidak.”
Cendikiawan: “Dua kali sayang. Berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah?”
Tukan Perahu: “Juga tidak.”
Cendikiawan: “Artinya, seperempat lagi kehidupan Anda telah hilang.”
Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang. Perahu yang ditumpangi mereka pun oleng. Cendekiawan itu pucat ketakukan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya.
Tukan Perahu: “Apakah Anda pernah belajar berenang?”
Cendikiawan: “Tidak.”
Tukan Perahu: “Sayang sekali. Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Baca Juga :