Pendidikan

Kegunaan Audit Sistem Informasi dan Studi Kasus

 Kegunaan Audit Sistem Informasi dan Studi Kasus

Kegunaan Audit Sistem Informasi dan Studi Kasus
  1. Apa fungsi atau kegunaan dari audit sistem informasi? dan Jelaskan! 

 

  • Pengamanan Aset

Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

  • Menjaga integritas data 

Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem inforamasi. Data memeiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, keberanaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang beanr bahkan perusahaan dapat menderita kerugian

  • Efektifitas Sistem

Efektifitas sistem informasi perusahaan melikiki peranan pentigndalam proses pemgambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user

  • Efisiensi Sistem 

Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal ; Bentuk Imperialisme dan Kolonialisme, Beserta Pengaruh, Jenis, Dampak

  • Ekonomis

Ekonomis mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang). Efisiensi berarti sumber daya minimum untuk mencapai hasil maksimal. Sedangkan ekonomis lebih bersifat pertimbangan ekonomi.

 

Contoh Kasus : Kasus Pembobolan Dana Nasabah Bikin Saham Bank Meluncur

Pekan lalu, kasus pembobolan dana nasabah BRI membuat heboh. Modus kejahatan diduga dengan cara mencuri data kartu debet dengan teknik skimming.

Pada Senin (12/3), sejumlah nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor BRI di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Mereka melaporkan telah kehilangan sejumlah uang di rekening secara misterius. Berdasarkan informasi dari kepolisian, nasabah BRI yang melaporkan saldo rekeningnya berkurang mencapai 87 nasabah hingga 14 Maret 2018.

“Para korban tiba-tiba menerima pesan singkat yang menginformasikan saldonya berkurang dari Rp500.000 hingga Rp10 juta. Padahal, mereka tidak melakukan transaksi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera dikutip dari Antara.

BRI telah melakukan investigasi internal, antara lain soal jumlah kerugian nasabah, sistem keamanan bank, termasuk penyebab berkurangnya saldo rekening nasabah.

“Apabila hasil investigasi menunjukkan bukti skimming, kami akan bertanggung jawab penuh terhadap kerugian yang dialami nasabah,” kata Bambang Tribaroto, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk kepada Tirto.

Kasus pembobolan rekening nasabah yang terjadi di bank pelat merah ini spontan jadi sentimen negatif bagi para investor pasar modal. Pergerakan saham BRI sepanjang pekan lalu tren melemah.

Harga saham bank dengan kode emiten BBRI sepanjang pekan lalu (12-16 Maret 2018) telah anjlok 2,17 persen menjadi Rp3.680 per saham dari Rp3.760, meskipun pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun 3,01 persen menjadi 6.304 dari sebelumnya 6.500,.

Namun, harga saham BRI turun drastis melebihi IHSG pada 15 Maret saat manajemen bank mengeluarkan pernyataan siap mengganti dana nasabah yang hilang akibat skimming. Harga saham BRI kala itu turun 2,93 persen menjadi Rp3.640 dari Rp3.750, lebih dalam ketimbang IHSG yang turun 0,95 persen menjadi 6.321 dari 6.382,.

Analisa Kasus:

Dari berita diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  • Pelaku paham mengetahui sistem jaringan
  • Pembobolan ini kemungkinan besar terjadi karna aksi skimming, dilihat dari keluhan nasabah yang mendapat pesan singkat atas berkurangnya saldo mereka.
  • Pelaku menanamkan alat skimmer pada slot kartu ATM, sehingga pelaku mendapatkan data dari nasabah seperti halnya phising.

Saran:

  • Melakukan perbaikan pada alat slot kartu ATM dan melakukan pengecekan secara berkala.
  • Nasabah dihimbau untuk selalu mengecek slot kartu ATM terlebih dahulu apakah terdapat slot kartu yang ganda atau tidak sebelum memasukkan kartu mereka.
  • Melakukan perubahan sistem keamanan pada kartu ATM, misalnya menggunakan chip atau dengan menggunakan sistem fingerprint bukan dengan magnetic stripe yang mudah dikloning dengan alat skimmer

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/