Pendidikan

Lomba Debat, Sebagai Wadah Kompetensi Hadapi MEA

Lomba Debat, Sebagai Wadah Kompetensi Hadapi MEA

Lomba Debat, Sebagai Wadah Kompetensi Hadapi MEA

Biasanya seseorang dengan keras dapat mengemukakan pendapat namun pendapatnya

tidak mempunyai landasan argumen yang logis dan relevan, atau seseorang menyela pembicaraan orang bahkan membicarakan hal-hal pribadi untuk menyerang orang itu dalam suatu forum resmi.

Inilah realita yang menunjukkan betapa lemahnya kemampuan anak bangsa membangun argumen dan karakter yang analitis, kritis dan konprehensip.

Untuk itu sangat ideal jika upaya peningkatan kualitas generasi muda dalam berkomunikasi dan berpikir yang dibangun lewat jalu pendidikan, serta diletakan pada kegiatan yang bersifat kompetitif, seperti Lomba Debat.

Lomba Debat dapat membangun kepercayaan diri generasi muda khususnya siswa

dalam berkomunikasi sekaligus mengembangkan persaudaraaan antar sesama anak bangsa, serta memupuk rasa kesatuan dan kebanggaan terhadap kebhinekaan bangsa Indonesia.

Demikian sambutan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff sekaligus membuka denga resmi National Scool Debating Championship (NSDC) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Nasional tahun 2015 bertempat di Islamic Center Ambon Maluku Senin (8/6).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i perwakilan SMA, MA, SMK dari 34 Provinsi di Indonesia

mengambil Tema ” Dengan Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris Kita Tingkatkan Sumber Daya Manusia Berbudaya Dalam Membaca dan Berbahasa Dalam Menyambut Perdagangan Bebas.

Tema ini sangat relevan dengan kondisi kekinian karena itu dalam pandangan Gubernur Assagaff, merupakan komitmen kita untuk menjadikan lomba Debat sebagai ajang untuk membangun SDM yang berbudaya, dalam membaca dan berbahasa, sehingga siswa memiliki identitas dan idealis yang menjunjung tinggi nilai, moral, budaya, nilai agama serat sifat hidup unggul dalam kecerdasan, mental, motivasi untuk menjadi yang terbaik.

Lomba Debat sebagai wadah untuk mempersiapkan kompetensi siswa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (pasar bebas), menjadi media efektif untuk bisa melatih siswa agar mampu bernegosiasi dan berargumentasi dalam skala internasional serta menginternalisasi kompetisi yang positif.

Pada kesempatan itu, Gubernur Maluku juga meresmikan 2 Desa/Kampung yang berbahasa yaitu Desa Amahusu dan Desa Batu Merah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI. Desa Amahusu dipilih karena merupakan desa Wisata dan sebagai lokasi fenish lomba perahu layar Darwin Ambon setiap tahun, sedangkan Desa Batu Merah dipilih karena sebagai pusat Kuliner yang cukup terkenal di Kota Ambon.

Kepercayaan ini sangat membanggakan Provinsi Maluku, kata Gubernur Assagaff. Oleh karena itu Gubernur Maluku berharap Pemkot Ambon dapat membangun koordinasi dan sinergitas dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, agar penetapan Desa Bahasa ini dapat ditindak lanjuti dengan dukungan program untuk memberdayakan masyarakat 2 Desa tersebut dalam berbahasa.

Siswa-siswi yang dipilih untuk mewakili Provinsi Maluku dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris ini berasal dari SMA Siwalima dan SMA 11 Ambon serta SMA Negeri 1 Masohi.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/malam-lailatul-qadar/