Pendidikan

Pendapatan Data Internet Indonesia Terendah Ketiga di Dunia

Pendapatan Data Internet Indonesia Terendah Ketiga di Dunia

Pendapatan Data Internet Indonesia Terendah Ketiga di Dunia

– Indosat Ooredoo menyatakan pendapatan yield data operator di Indonesia

berada pada peringkat nomor tiga terendah di dunia. Pendapatan yield data operator di Indonesia hanya sekitar Rp7400 per GB.

Indonesia berada di peringkat ketiga setelah India dan Bangladesh. Yield data dalam bisnis telekomunikasi adalah total pendapatan dari layanan data yang telah dibagi dengan total trafik data.

“Harga yield data kita nomor tiga terendah di dunia. Setelah India dan Bangladesh. Cuma US$ 0,53 (Rp7400) per GB,” ujar Director & Chief Innovation & Regulatory Officer Arief Musta’in saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/12).

Dalam kesempatan yang sama, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo

, Vikram Sinha menjelaskan rendahnya pendapatan yield data menyebabkan ketidakstabilan dan mengancam keberlangsungan industri telekomunikasi.

Lihat juga:Ponsel 4G Rp400 Ribuan Bisa Akses Facebook dan YouTube

Lebih lanjut, Vikram mengambil contoh kasus rendahnya pendapatan yield data di India.

Hal tersebut menyebabkan kualitas layanan yang buruk

“Anda tahu salah satu dari pasar besar juga di India. Anda ingin intinya jika itu menjadi murah, kualitas memburuk dan dan itu tidak berkelanjutan,” ujar Vikram.

Perang Tarif Butuh Diregulasi

Rendahnya pendapatan yield data salah satunya disebabkan oleh perang tarif antara operator.

Oleh karena Arief menjelaskan pemerintah butuh ikut campur tangan di tengah perang tarif data. Campur tangan pemerintah bisa dengan mengeluarkan beleid untuk menentukan harga data terendah (floor price).

 

Sumber :

https://vhost.id/bubble-shooter-apk/