Pendidikan

Presiden Jokowi Akan Dorong Industri untuk Mendukung Pendidikan Vokasi bagi Siswa SMK

Presiden Jokowi Akan Dorong Industri untuk Mendukung Pendidikan Vokasi bagi Siswa SMK

Presiden Jokowi Akan Dorong Industri untuk Mendukung Pendidikan Vokasi bagi Siswa SMK

Kemendikbud — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mendorong

kalangan industri untuk mendukung pendidikan vokasi bagi siswa-siswa SMK di industri yang ada di Indonesia.

“Saya akan mendorong para pengusaha industri untuk memberi kesempatan belajar yang lebih luas bagi para siswa SMK, sehingga kita mempunyai sumber daya manusia yang andal dalam menyambut Indonesia Emas pada 2045,” kata Presiden Jokowi ketika meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri untuk Wilayah Jawa Barat di PT Astra Otoparts, Cikarang, Jawa Barat pada Jumat (28/7/2017).

Peluncuran program ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo d

idampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Menurut Presiden, saat ini pemerintah sedang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur. “Pemerintah sedang fokus pada pembangunan infrastruktur yaitu pembangunan pelabuhan, jalan kereta api luar jawa, pembangunan jalan tol, pembangkit listrik,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, semua pembangunan infrastruktur tersebut untuk meningkatkan daya saing kita,

agar competitiveness kita semakin tinggi sehingga bisa berkompetisi dengan negara-negara lainnya.

“Karena persaingan global sekarang ini memerlukan itu,” ujarnya. Menurut dia, setelah pembangunan infrastruktur yang kini sedang dalam proses dan akan selesai, kita akan masuk ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Pembangunan SDM sudah kita mulai pada hari ini melalui pendidikan vokasi bagi siswa SMK yang match (sesuai) dengan kebutuhan industri,” katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam kesempatan tersebut mengatakan melalui pendidikan Vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri guna menghasilkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan kinerja sektor industri dalam negeri.

Menurut Airlangga, Provinsi Jawa Barat menjadi pilihan tahap ketiga, setelah sukses digelar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Kami tengah fokus menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten karena menjadi sebuah prasyarat untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional,” katanya. (Iriyanto).

 

Sumber :

https://sel.co.id/