Pendidikan

SDN 1 Bojong Lor Butuh Perhatian Disdik Kabupaten Cirebon

SDN 1 Bojong Lor Butuh Perhatian Disdik Kabupaten Cirebon

SDN 1 Bojong Lor Butuh Perhatian Disdik Kabupaten Cirebon

Meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini juga dapat menunjang pendidikan yang lebih baik dan menjadikan murid-murid lebih kreatif serta bergairah dalam menjalankan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Untuk itu, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bojong Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon membutuhkan kerja sama dan perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon.

Pantau Reaksi di lokasi, kondisi bangunan ruang kelas yang dijadikan ruang guru dan ruang kelas satu, dua dan tiga. SDN 1 Bojong Lor sangat memrihatinkan dan mengkhawatirkan. Pasalnya satu unit yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang guru dalam kondisi rusak terutama rangka atap penyanggah genteng sudah hancur dan lapuk.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Bojong Lor Karsono kepada Reaksi, Senin (21/5/18) mengatakan, kondisi tersebut sudah dirasakan lebih dari satu tahun sejak dirinya mulai memimpin di sekolah tersebut.

“Banyaknya bangunan ruang kelas yang rusak, bisa mengakibatkan KBM terganggu

dan itu akan mempengaruhi proses pendidikan di SDN 1 Bojong Lor. Bagaimana muridnya belajar dengan baik kalau sarana dan prasarananya saja tidak mendukung dirinya, guru-guru dan murid akan was-was,” kata Kepsek.

“Seandainya bangunanya mengkhawatirkan. Saya siap untuk duduk bersama dengan stakeholder pendidikan yang ada khususnya di Kecamatan Jamblang ini untuk mencarikan solusi yang terbaik,” ujar  Karsono.

Sebagai penanggungjawab dan kepsek, Karsono berharap kepada instansi terkait,

khususnya Disdik Kabupaten Cirebon untuk segera memberikan dan merealisasikan agar segera memerbaiki satu unit yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang guru yang rusak ini.

“Walaupun demikian, meskipun ruang kelas yang dijadikan ruang guru dan ruang kelas satu, dua dan tiga mengalami keruskan tetap masih digunakan untuk melaksanakan proses KBM. Diperkirakan rangka atap penyangga genteng atas rusak sekitar 80 persen dan pelapon 30 persen, terutama ruangan kelas tiga yang rusak total,” tutur dia.

Menurutnya, sejauh ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dengan bagian sarana dan prasarana UPT Pendidikan Kecamatan Jamblang dan Kepala UPT.

Melalui media Reaksi Nasional, Karsono sangat mengharapkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Cirebon khususnya disdik agar sekolah ini dapat berfungsi sebagai mestinya, yaitu dapat memberikan rasa aman, dan nyaman dalam proses KBM.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/