Teknologi

Teknologi Transformer sang Masjid Berjalan

Teknologi Transformer sang Masjid Berjalan

Teknologi Transformer sang Masjid Berjalan

BERAWAL kunjungan bisnis ke Qatar empat tahun lalu

, pemilik sekaligus CEO perusahaan Yasuharu Ltd, Yasuharu Inoue, berpikir bagaimana bisa melayani umat Islam di Tokyo, tempat ia tinggal selama ini. Apalagi ia memiliki banyak teman kaum muslim.

Secara kseluruhan di Jepang ada sekitar 100ribu-200ribu umat Islam. Sayangnya, jumlah masjid yang tersedia tidak mencukupi, seperti yang ada di Indonesia atau negara-negara lain dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Pascakunjungan itu, Yasuharu memulai proyek yang dinamainya Yasu Project. Proyek itu menciptakan masjid berjalan berbasis teknologi.

Saat Yasuharu datang ke Jakarta pada Kamis (23/8), ia menjelaskan bahwa tergerak untuk membantu umat Islam di Jepang agar bisa memudahkan menjalankan salat lima waktu. Dia tertarik menggunakan kendaraan sebagai basis dari masjid berjalan ini, selain efisien juga bisa bergerak kemana dibutuhkan.

Tidak hanya membantu teman-teman muslimnya, pengusaha ini

terinspirasi membuat masjid berjalan dari film Transformer. Dia membayangkan mobil yang bergerak dijalan bisa berubah wujud dan fungsi sebagai masjid. “Persis seperti Transformer,” kata Yasu.

Untuk proyeknya ini, Ia menggunakan truk wing box berbobot 25 ton dengan lebar 2,5 meter. Kemudian truk itu didesain mirip seperti masjid portabel. Ada dua lantai di dalam masjid yang mampu menampung 50 orang. Lantai pertama merupakan tempat wudu dan lantai dua tempat salat.

Banyaknya orang bisa ditampung ke dalam masjid berjalan ini

terletak pada bagian belakang truk. Di sinilah Yasuharu membuat teknologi untuk melebarkan bentuk atau istilahnya mempersonalisasi bagian bak belakang truk.

“Jadi saya desain dua sisi truk, bagian belakang bisa melebar hingga enam meter pada sisi kiri dan kanan, Itu intinya, kemudian di pintu masuk disediakan tangga,” jelasnya.

 

sumber :

https://apkmod.co.id/