Pendidikan

Tilang Elektronik Belum Diterapkan di Tol Layang Japek II

Tilang Elektronik Belum Diterapkan di Tol Layang Japek II

Tilang Elektronik Belum Diterapkan di Tol Layang Japek II

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) II atau elevated yang resmi

beroperasi pada Minggu (15/12) dilengkapi 113 kamera CCTV yang tersebar di sepanjang jalan tol.

Kasubdit Gakum Dirlantas Pol Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, kendati sudah dilengkapi ratusan kamera pengintai, namun sistem tilang elektronik belum diberlakukan di jalan tol tersebut.

“ETLE-nya belum diberlakukan di sana,” ujar Fahri saat dihubungi CNNIndonesia Minggu (15/12).

Ke depannya, pihak kepolisian masih akan mengevaluasi untuk menerapkan sistem tilang elektronik

di jalan tol baru yang menghubungkan Jakarta dan Cikampek tersebut.

Lihat juga:Tips Aman Berkendara di Tol Japek II yang Bergelombang
Pihak PT Jasa Marga menjelaskan ada beberapa ketentuan guna meningkatkan keamanan dan keselamatan, yaitu setiap pengendara memerhatikan kecepatan kendaraan dengan kecepatan minimum 60 kilometer per jam dan maksimum 80 kilometer per jam.

“Jasa Marga mengimbau agar pengguna ketika melintasi Jakarta-Cikampek II

(Elevated) berada di rentang kecepatan 60 sampai 80 km/jam,” ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru.

Batas kecepatan kendaraan di jalan raya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 23 ayat 4. Pasal tersebut berbunyi:

Lihat juga:Jasa Marga Jelaskan ‘Jalan Bergelombang’ Tol Layang Japek II
Batas kecepatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan:

a. paling rendah 60 (enam puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus)
kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan;
b. paling tinggi 80 (delapan puluh) kilometer per jam untuk jalan antarkota;
c. paling tinggi 50 (lima puluh) kilometer per jam untuk kawasan perkotaan; dan
d. paling tinggi 30 (tiga puluh) kilometer per jam untuk kawasan permukiman

Dalam pasal 5 beleid tersebut dijelaskan bahwa batas kecepatan paling tinggi dan batas kecepatan paling rendah sebagaimana dimaksud pada ayat 4 harus dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas.

 

Sumber :

https://vhost.id/angry-birds-apk/